0

Film Keluarga, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)

Dunia perfilman Indonesia kembali menghadirkan film berkualitas yang sangat cocok untuk ditonton bersama keluarga. Film berjudul “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” merupakan hasil adaptasi dari novel berjudul sama karya Marcella FP. Nanti Kita Cerita Hari Ini atau yang biasa disingkat dengan NKCTHI mengangkat genre drama keluarga. Film besutan Visinema Pictures ini telah tayang di layar lebar pada 2 Januari 2020.  Film ini juga bisa dinikmati di platform streaming online, karena sejak 23 Mei 2020 Netflix telah menyiarkan NKCTHI.

Sinopsis

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini adalah kisah kehidupan sebuah keluarga yang terdiri dari ibu, ayah dan ketiga anaknya. Putra sulung bernama Angkasa diperankan oleh Rio Dewanto, putri kedua bernama Aurora diperankan oleh Sheila Dara dan putri bungsu Awan yang diperankan oleh Rachel Amanda. Berkisah bahwa setiap keluarga walau terlihat baik-baik saja, sebenarnya memiliki rahasianya masing-masing.

HIngga suatu ketika, Awan mengalami perubahan besar di dalm hidupnya. Dalam proses kembalinya ia menjadi dirinya yang semula, Awan berkenalan dengan Kale. Kale adalah seorang lelaki yang cukup eksentrik dan akan memberikan cerita baru dalam kehidupan Awan. Cerita baru ini hingga akhirnya merubah sikap Awan. Narendra dan Ajeng yang merupakan orangtua Awan merasa bahwa perubahan ini tidak tepat.

Berbagai tekanan yang muncul dari kedua orang tua menimbulkan pemberontakan dari ketiga bersaudara ini, termasuk kedua kakak Awan. Dari sinilah akhirnya terungkap berbagai kenangan masa lalu yang menyakitkan dan menimbulkan trauma dalam keluarga yang sebelumnya nampak bahagia tersebut.

Pemeran

  • Awan diperankan oleh Rachel Amanda dan Alleyra Fakhira sebagai Awan kecil
  • Angkasa diperankan oleh Rio Dewanto serta Angkasa kecil diperankan oleh Sinyo Riza dan Muhammad Adhiyat
  • Aurora diperankan oleh Sheila Dara serta Aurora kecil diperankan oleh Nayla D. Purnama dan Syaqila Afiffah Putri
  • Narendra (aya) diperankan oleh Donny Damara dan Narendra muda diperankan oleh Oka Antara
  • Ajeng (ibu) diperankan oleh Susan Bachtiar dan Ajeng muda diperankan oleh Niken Anjani
  • Kale diperankan oleh Ardhito Pramono
  • Lika diperankan oleh Agla Artalidia
  • Uya diperankan oleh Umay Shahab
  • Revina diperankan oleh Sivia Azizah
  • Anton diperankan oleh Chicco Jerikho

Proses Produksi

Nanti Kita Cerita Hari ini diproduksi oleh rumah produksi Visinema. Visinema mulai mengumumkan akan hadirnya film ini pada 11 Februari 2019. Kolaborasi Angga Dwimas Sasongko sebagai sutradara dan Jenny Jusuf sebagai penulis scenario digadang-gadang akan menjadi fondasi yang kuat untuk film ini. Sebagai salah satu pencapaian 15 tahun Angga berada di dunia perfilman, ia menuturkan akan mempersembahkan yang terbaik sebagai karya anak bangsa.

Penayangan trailer diluncurkan pada 14 Desember 2019. Film ini direncanakan akan tayang pada awal tahun 2020, tepatnya pada 9 Januari 2020. Namun, ternyata rencana penayangan harus dipercepat seminggu menjadi tanggal 2 Januari 2020.

Review

Dari awal penayangan trailer film NKCTHI (Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini) telah menimbulkan berbagai respon dari masyarakat. Bahkan sudah banyak yang menantikan kehadiran film ini. Hingga muncul berbagai macam filter instagram, meme, video parody dan istilah-istilah lucu yang khas dengan tulisan-tulisan hingga berbagai kesan yang ditimbulkan dari kemunculan trailer film ini.

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini mendapat respon yang cukup positif di tengah masyarakat. Film garapan Angga Dwimas Sasongko ini telah ditonton lebih dari 2,2 juta orang yang mana menempati posisi kedua dalam peringkat film dengan penonton terbanyak sepanjang tahun 2020 hingga saat ini. KINCIR.com memberikan penilaian sebesar 9 dari 10, sedangkan IMDb memberikan penilaian sebesar 7,5 dari 10.

Film ini mengajak para actor dan aktris yang mampu membawa karakter setiap tokohnya dengan sangat kuat. Banyak orang yang telah menonton film keluarga ini dibuat menangis karena suasana yang diciptakan. Garapan yang apik bahkan dinilai hampir menyerupai kehidupan sehari-hari setiap orang.

Angga mampu membuat penonton yang berada sebagai anak sulung relate dengan posisi Angkasa. Sebagai seorang kakak yang merasa harus selalu melindungi adik-adiknya. Serta mengemban amanah dari sang ayah untuk terus membuata adik-adiknya merasa aman dan tenang.

Angkasa harus menjadi sosok yang ‘sempurna’ di hadapan adik-adiknya. Menjadi contoh, itu prinsipnya. Namun, luka juga menggores di saat yang sama karena harus berusaha tetap kuat walau kadang direpotkan dengan adik-adiknya.

Tetapi, masih beruntung kakak di keluarga ini adalah laki-laki. Laki-laki memang memiliki naluri untuk melindungi. Di sisi lain juga tetap dituntut untuk memahami.

Aurora si anak tengah. Seringkali memendam ketika merasakan sesuatu. Memang cenderung tertutup dibandingkan kakak dan adiknya yang mendominasi.

Aurora yang pendiam ternyata menyimpan luka masa lalu yang cukup membekas. Hal ini membuat kita menjadi perhatian dengan sekitar. Apakah orang yang dulunya supel akhirnya berubah menjadi pendiam karena memiliki masalah?

Hingga karakter Awan sebagai si bungsu yang merasa bahwa hidupnya selama ini dalam sangkar. Meski selalu terkesan dimanja, tetapi ternyata ada kebebasan yang dikekang. Dan menjadi sangat jatuh ketika harus belajar menerima kondisi yang tidak semuanya mulus seuai apa yang ia rencanakan.

Setelah ia bertemu Kale, Awan menemukan sisi lain dari dunia. Berbagai pengalaman itu menorehkan cerita dan perilaku baru dalam hidup Awan. Mencoba mendobrak kebiasaan lama yang mengharuskannya seakan melanggar aturan dari orang tua.

Pengendalian emosi yang dibuat oleh sang sutradara cenderung tidak berlebihan. Sehingga tidak menimbulkan kesan cheesy, meskipun ada air mata yang keluar. Namun, sama halnya dengan film melankolis lainnya bahwa kehadiran air mata dan emosi yang berapi-api pasti tak pernah luput dari pengerjaan.

Pengemasan karakter tokoh yang cukup realistis didukung dengan adanya plot non-linear yang turut disajikan. Gambaran masa lalu dalam keluarga ini turut memberikan kesan latar belakang yang cukup kuat untuk mempengaruhi sifat dan sikap masing-masing mereka di saat dewasa.

Bila anda perhatikan, soundtrack film ini juga memberikan aura suasana yang kuat yang terjadi di dalamnya. Bahkan mungkin saking membekasnya, anda bisa mengingat kembali adegan di NKCTHI saat music tersebut diputar. Tidak main-main memang soundtrack film ini mengajak para penyanyi kawakan seperti Isyana Sarasvati dan Ardhito Pramono yang juga berperan menjadi Kale. Lagu yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati ini ternyata juga salah satu bagian dari album Isyana yang memang menceritakan tentang jati dirinya.

Secara keseluruhan film ini dapat dijadikan tontonan keluarga dengan banyak pesan moral yang terkandung di dalamnya. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini bisa menjadi salah satu referensi selain film Keluarga Cemara. Alur yang dibawakan cukup luwes sehingga sangat mudah dipahami oleh semua kalangan. Bagaimana? Tertarik menonton NKCTHI di akhir pekan ini?… Read the rest