0

Film yang Cocok untuk Pasangan Muda atau Seseorang yang akan Menikah, “Kim Ji Young: Born 1982”

Film terbaru bertajuk “Kim Ji Young: Born 1982” ini merupakan film yang berasal dari negeri Ginseng, Korea Selatan. Diadaptasi dari novel sebelumnya dengan tajuk yang sama karya Cho Nam-Joo, film ini berhasil meraup keuntungan yang cukup signifikan. Film ini telah dirilis pada 23 Oktober 2019 di Korea Selatan, namun juga sempat turut meramaikan daftar film yang ditayangkan bioskop Indonesia sebulan setelahnya.

Film ini mengangkat tema feminisme dan keluarga. Banyak pro dan kontra yang mengiringi perilisan film ini tetapi tak menghalangi kerja sama yang apik antara Jung Yu-mi dan Gong Yoo. Dengan durasi selama 118 menit, sangat cocok bagi pasangan muda atau bagi anda yang sedang mempersiapkan pernikahan.

Sinopsis

Kim Ji Young, wanita berusia 30an diperankan oleh Jung Yu-mi. Ia memiliki suami bernama Jung Dae-Hyun yang diperankan oleh Gong Yoo. Mereka memiliki seorang putri bernama Jung Ah Young.

Kim Ji Young menjadi seorang ibu rumah tangga sepenuhnya dengan berbagai kesibukan dan rutinitas mengurus rumah yang lainnya. Sebentar saja ia bisa duduk tenang, lalu kemudian disibukkan lagi dengan anaknya yang tiba-tiba menangis atau membutuhkan bantuannya. Suaminya adalah pekerja kantoran biasa. Setiap pulang ke rumah, sebisa mungkin dia juga ikut melakukan pekerjaan rumah, seperti memandikan Ah Young atau juga mencuci piring.

Saat berada di rumah mertuanya, Kim Ji Young dituntut menjadi menantu yang ‘sempurna’. Berbeda dengan kakak iparnya, denghan kalimat ibu mertua “Istirahat saja di sini, kamu tidak berada di rumah mertuamu”. Sedangkan Ji Young harus tetap berada di dapur, memasak, mencuci piring, mengupas buah dan berbagai hal lainnya. Tiba-tiba muncul kepribadian lain dari Kim Ji Young yang tidak suka dengan sikap ibu mertuanya tersebut.

Jung Dae Hyun seketika itu mengajak Kim Ji Young pergi dari rumahnya menuju ke rumah ibu kandung Kim Ji Young. Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan. Ibu Kim Ji Young bertindak cukup berbeda bila dibandingkan orang tua pada umumnya. Perlu diketahui, di Korea Selatan sendiri masih cukup banyak orang yang memperlakukan anak laki-laki lebih spesial dibandingkan anak perempuan. Namun, tidak dengan pola asuh yang diberikan ibu Kim Ji Young.

Kisah ini dipenuhi dengan berbagai plot maju dan mundur yang merupakan bayangan Kim Ji Young di masa lalu. Dulunya Kim Ji Young pernah menjadi korban pelecehan seksual saat berada di dalam bus. Sebelum menikah, ia pernah bekerja di sebuah perusahaan publikasi namun sayang cita-cita jenjang karir yang tinggi harus terhalang oleh berbagai bertimbangan seorang wanita yang jika nantinya menikah akan hamil, mengambil cuti hamil dalam waktu yang cukup panjang serta berbagai hal lain yang menghalangi kinerjanya.

Dan kini, Kim Ji Young seakan terjebak menjadi seorang ibu sepenuhnya di rumah saja. Ia berencana untuk kembali produktif seperti semula. Ia tertarik dengan menjadi pekerja paruh waktu di sebuah took roti dekat rumahnya. Tetapi terhalang izin dari suaminya.

Selanjutnya ia kembali menghubungi teman lamanya saat masih bekerja di perusahaannya yang terdahulu. Temannya itu masih tetap sendiri dan karirnya terus meningkat. Kim Ji Young kembali diajak bekerja sama. Suaminya masih setengah hati untuk melepaskan istrinya kembali bekerja.

Di balik semua sikap yang ditunjukkan Jung Dae Hyun, ternyata Kim Ji Young mengidap sebuah sindrom yang menyebabkan ia bersikap layaknya orang lain. Selama ia menjadi orang lain tersebut, ia mengungkapkan berbagai perasaan yang sebenarnya dirasakan oleh Kim Ji Young. Meski mulanya tak percaya dia menjadi sosok yang berbeda karena tidak mengingatnya sama sekali, Kim Ji Young akhirnya menyerah saat ditunjukkan video saat ia berceloteh tidak jelas di hadapan suami dan putrinya.

Review

Film ini memberikan kesan bahwa kehidupan pernikahan sesungguhnya tidak semudah dan selalu menyenangkan di setiap waktu. Menikah butuh banyak persiapan baik secara finansial maupun psikis. Memang pernikahan adalah pilihan dan untuk memilih maka diperlukan berbagai persiapan yang matang.

Film produksi Spring Wind Company ini merupakan kerja sama ketiga kalinya dua actor dan aktris kawakan Jung Yu-mi dan Gong Yoo. Begitu banyak kritikan yang muncul dari para ‘anti-feminist’ kepada kedua artis ini ketika muncul nama mereka pada daftar pemeran. Bahkan Jung Yu-mi sempat diserang netizen pada social medianya. Namun, hal itu tidak menggentarkan proses produksi serta kepercayaan diri kedua pemeran dalam film ini.

Emosi para penonton seolah-olah diaduk mulai dari bagian awal yang muncul serta penonton dibuat bertanya-tanya perihal yang sedang terjadi. Jung Yu-mi menggambarkan kondisi trauma seseorang bisa menimbulkan stress yang terkadang tidak disadari oleh yang mengalami. Untuk memeriksakan diri ke ahlinya juga terkadang harus dipikirkan berkali-kali karena biaya atau juga malu untuk mengakui bahwa dia sedang ‘terganggu’.

Penghargaan

Dari pembawaan para pemeran yang sangat apik , tak heran IMDb memberikan nilai 7.4 dari 10 sedangkan 85% pengguna Google yang memberikan reviewnya menyukai film ini. Film ini berhasil merajai tangga Box Office of The Week di Korea Selatan pada tanggal 27 Oktober 2019. Dalam 5 hari telah berhasil menarik perhatian 1 juta penonton hingga 3 juta penonton pada hari ke 18 penayangan.

Berkat film ini, Jung Yu-mi berhasil menjadi pemenang Best Actress pada Festival Film Korea ke 20 dan Best Actrees pada Grand Bell Awards ke 56. Sedangkan film Kim Ji Young : Born 1982 sendiri berhasil memenangkan Hong Kong Festival Film Asia ke 16 sebagai film pilihan para sineas. Tak hanya itu saja, kesuksesan film juga mempengaruhi hasil penjualan novel aslinya.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional Korea, novel Kim Ji Young : Born 1982 menjadi salah satu novel yang paling banyak dijual pada tahun 2019. Peningkatan sebesar 43% terjadi saat film mulai dirilis pada bulan Oktober. Dan kebanyakan orang yang membelinya adalah wanita di usia 40an.

Rekomendasi

Film Korea “Kim Ji Young ; Born 1982” sangat direkomendasikan bagi para wanita, orang-orang yang hendak menikah, pasangan muda bahkan pasangan yang sudah lama sekalipun. Film ini bisa dikatakan sebagai bentuk ‘peringatan’ kepada setiap orang sebelum memutuskan untuk menikah, berkeluarga dan mempunyai anak. Dalam membentuk sebuah keluarga, ada harga yang harus dibayar, ada cita-cita yang harus tertunda, ada kebebasan yang berubah bentuknya. Download Film Sub Indo

Masalah keluarga bukan hanya tentang istri yang menjalankan seluruh sistem di rumahnya. Memutuskan tidak bekerja bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Keluarga yang baik memerlukan kerja sama yang kuat dari suami dan istri. Sebelum menikah, coba tanyakan pada diri anda apakah anda siap bekerja sama dengan orang itu seumur hidup? Apakah anda yakin bisa menghadapi keluarga pasangan anda dan siap urusan anda dicampuri mereka? Apakah anda siap menerima dan menghadapi semua masalah bersama? Jika dia nantinya berubah, apakah anda tetap bisa menerimanya dan menguatkannya di saat itu?

jonshon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *